Mulai dari Daycare sampai Universitas

Kalau kamu sudah memutuskan tinggal di Jerman, kamu harus mulai berfikir ke depan nih. Mungkin kamu baru saja lulus dari Uni di Jerman, masih single, sudah double, atau malah sudah punya anak. Apa yang harus kamu persiapkan untuk anak-anak kamu kelak?

Tidak semua serba gratis loh di Jerman. Tetapi saya bisa bilang, dibandingkan di negara-negara barat lainnya atau bahkan dibandingkan dengan di Indonesia, Jerman lebih murah dan lebih unggul dalam urusan pendidikan. Tetapi cara dan system pendidikan di Jerman banyak berbeda dengan di Indonesia. Sebelum kamu dipusingkan oleh informasi yang banyak banget tersedia di internet, lebih baik baca artikel ini dulu deh. Kalau masih ada pertanyaan, seperti biasa bisa post comment atau kontak saya. Continue reading

Personal Finance

Dengan semakin cepatnya informasi, saya dengar-dengar personal finance planner lagi nge-trend di Indonesia. Bagaimana dengan di Jerman? Di Jerman juga banyak perusahaan yang menawarkan jasa personal finance, tetapi biasanya ini untuk orang-orang menengah ke atas deh. Untuk yang menegah ke bawah, bank consultants sudah banyak yang berpendidikan dan berpengalaman untuk memberikan konsultasi buat klien nya.
Bagaimana dengan saya? Saya tidak punya personal finance planner nih. Saya plan sendiri finance/keuangan keluarga kami. Latar belakang pendidikan saya dibidang ekonomi dan saya sekarang bekerja di bidang finance menjadi finance planner buat department yang saya pegang. Jadi dengan pendidikan, pengalaman kerja, dan pengalaman pribadi, saya cukup yakin dengan kemampuan saya dalam bidang ini.

Continue reading

Asuransi Apa sih yang kita butuhkan?

Sebagai student, saya hanya punya satu asuransi yaitu asuransi kesehatan. Itupun kalau tidak diwajibkan, mungkin saya tidak mau pakai asuransi kesehatan. Tiap bulan, duluuu yah saya harus bayar 57 EUR per bulan dan jarang sekali ke dokter. Apalagi di tahun pertama dan kedua saya tinggal di Jerman, rasanya segala macam penyakit mahasiswa bisa dilawan dengan panadol, kominex, dan antangin saja. Apalagi dulu setiap ke dokter, saya harus bayar extra 10 EUR, sekarang 10 EUR per quartal, jadi makin bikin malas ke dokter.

Setelah semakin terbiasa dengan kehidupan di Jerman dan melihat bagaimana orang Jerman, saya semakin rajin periksa ke dokter. Mulai dari periksa gigi, periksa kesehatan sebagai wanita, dan ke dokter kalau alergi lagi kambuh. Dokter di Jerman hanya memberikan obat kalau kita benar-benar butuh obat dan biasanya dosis yang diberikan sangat kecil. Saya juga semakin terbiasa untuk tidak bergantung pada obat-obatan yang saya bawa dari Indonesia.

Nah, selain asuransi kesehatan, asuransi apa lagi sih yang kita butuhkan? Continue reading

Pengalaman tinggal di 5 kota di Jerman

Selama 13 tahun tinggal di Jerman, saya pernah merasakan tinggal di 5 kota.
1. Darmstadt
Di kota inilah saya pertama kali merasakan tinggal di Jerman. Mengapa saya pilih Darmstadt? Sederhana saja alasannya; karena teman-teman kursus bahasa Jerman saat saya masih di Jakarta, semuanya pilih ke Darmstadt. Kebetulan universitas mereka di Jakarta punya kerja sama dengan universitas Darmstadt. Jadi untuk memudahkan pendaftaran kursus bahasa Jerman sebagai dasar saya mendapatkan visa ke Jerman, saya juga memutuskan untuk tinggal di Darmstadt.
Darmstadt salah satu kota yang cukup enak untuk student Indonesia yang pertama kali datang ke Jerman. Ada banyak orang Indonesia di Darmstadt, jadi kita tidak akan merasa hidup sendiri banget disana. Kotanya juga tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, dekat dengan Frankfurt, jadi kalau mau cari kerja di messe, lebih mudah. Continue reading