Personal Finance

Dengan semakin cepatnya informasi, saya dengar-dengar personal finance planner lagi nge-trend di Indonesia. Bagaimana dengan di Jerman? Di Jerman juga banyak perusahaan yang menawarkan jasa personal finance, tetapi biasanya ini untuk orang-orang menengah ke atas deh. Untuk yang menegah ke bawah, bank consultants sudah banyak yang berpendidikan dan berpengalaman untuk memberikan konsultasi buat klien nya.
Bagaimana dengan saya? Saya tidak punya personal finance planner nih. Saya plan sendiri finance/keuangan keluarga kami. Latar belakang pendidikan saya dibidang ekonomi dan saya sekarang bekerja di bidang finance menjadi finance planner buat department yang saya pegang. Jadi dengan pendidikan, pengalaman kerja, dan pengalaman pribadi, saya cukup yakin dengan kemampuan saya dalam bidang ini.


Sebenarnya apa sih yang dikerjakan oleh personal finance planner? Saya mengurus dan mengatur pemasukan, pengeluaran, saving (tabungan) dengan mempertimbangkan apa yang ingin keluarga saya capai kedepannya. Saya menganalisis dan mengatur produk perbankan apa saja yang sebaiknya keluarga saya miliki, contohnya tabungan, deposito, kartu kredit, pinjaman dari bank, investasi apa saja yang sebaiknya keluarga saya jalani, contohnya saham, dan asuransi apa saja yang sebaiknya keluarga saya punya, contohnya asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi saat pension, dll, dan juga bekerja sama dengan suami, kami memastikan laporan pajak kami lengkap dan bersih.
Kalau dijabarkan lebih lanjut, ada beberapa tahapan yang saya lakukan diatas kertas saat saya memulai satu proyek personal finance.

1. analisis keadaan sekarang
Disini saya akan melihat keadaan keuangan seseorang sampai bagian paling dalamnya. Kadang-kadang kita sendiri lupa dengan apa yang kita punya, apa yang kita keluarkan, hutang apa yang kita punya, tanggung jawab apa yang kita sudah iya kan. Dengan analisis yang dilakukan oleh orang luar yang netral, keadaan keuangan seseorang akan terlihat lebih tranparan.

2. analisis apa yang kamu mau (goal kamu)
Wajar saja dong orang punya cita-cita atau keinginan. Apalagi kalau kamu sudah punya pendapatan sendiri, pasti kamu punya keinginan. Keinginan ini bisa dibagi menjadi 3, yaitu keinginan jangka pendek, keinginan jangka menengah, dan keinginan jangka panjang. Kadang orang males lah mikir jadi 3, yah jadi dua juga boleh: jangka pendek dan jangka panjang.
Contohnya jangka pendek, misalnya kamu tau mau ganti handphone dari nokia ke iphone dalam waktu sebulan atau 3 bulan kedepan. Keinginan jangka panjang misalnya kamu mau pensiun dalam usia 60 tahun, bukan 72 tahun dan tetap punya kekayaan sebesar xxx EURO. Kalau yang menegah yah diantara itu deh, misalnya: kamu pengen banget liburan keliling dunia buat yang masih single atau buat ibu-ibu yang sudah punya anak seperti saya, keinginan jangka menengah saya adalah supaya anak-anak saya bisa kuliah tanpa harus bersusah payah memikirkan biaya hidup mereka.

3. OK sekarang kamu sudah tau apa yang kamu punya saat ini dan apa yang kamu inginkan ke depan, sekarang langkah yang ketiga adalah membuat rencana dan bagaimana mencapai keinginan dan cita-cita yang ada di langkah kedua. Seperti yang banyak orang bilang, Cuma dua saja caranya yaitu menaikan pemasukan dan menurunkan pengeluaran. Itu prinsip yang benar sekali. Sekarang masalahnya, kita tidak butuh teori saja dong, tetapi bimbingan yang lebih nyata. Disinilah keahlian personal finance planner diuji.

4. Yang keempat adalah tahap pelaksanaan. Jangan omong doang dong. Kalau omong doang, cita-cita Cuma bisa jadi impian namanya. Ini juga tahap dimana kamu bisa melihat personal finance planner yang asli dan yang hanya pura-pura.

5. Yang terakhir adalah analisis ulang untuk memonitor apakah yang sudah direncanakan dilakukan dengan baik; apakah rencana yang sudah dituliskan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Namanya kalau investasi, kita maunya untung dong, tetapi harus diakui kadang-kadang juga ada buntungnya. Jadi tahap ini sangat penting untuk evaluasi ulang. Kalau perlu, kita balik lagi deh ke tahap yang ketiga.

Bagaimana? Sudah ngerti aturan mainnya dan tujuannya dong? Kalau belum jelas juga, kalian bisa menghubungi saya melalui kontak.

Salam dari Heidelberg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *