Mulai dari Daycare sampai Universitas

Kalau kamu sudah memutuskan tinggal di Jerman, kamu harus mulai berfikir ke depan nih. Mungkin kamu baru saja lulus dari Uni di Jerman, masih single, sudah double, atau malah sudah punya anak. Apa yang harus kamu persiapkan untuk anak-anak kamu kelak?

Tidak semua serba gratis loh di Jerman. Tetapi saya bisa bilang, dibandingkan di negara-negara barat lainnya atau bahkan dibandingkan dengan di Indonesia, Jerman lebih murah dan lebih unggul dalam urusan pendidikan. Tetapi cara dan system pendidikan di Jerman banyak berbeda dengan di Indonesia. Sebelum kamu dipusingkan oleh informasi yang banyak banget tersedia di internet, lebih baik baca artikel ini dulu deh. Kalau masih ada pertanyaan, seperti biasa bisa post comment atau kontak saya.

  1. Krippe / Daycare / Pre – Kindergarten

Tidak seperti di Indonesia atau Amerika, di Jerman ibu yang bekerja bisa cuti sampai 3 tahun setelah melahirkan anak. Sampai anak umur 14 bulan, kamu masih bisa dapat Elterngeld sebanyak 67% dari gaji bersih kamu. Tetapi karena banyak faktor, tidak semua ibu bisa cuti sampai 3 tahun, salah satu faktor nya yah keadaan keuangan. Karena itu, daycare di Jerman ada yang menerima anak mulai dari umur 2 bulan – 3 tahun.

Ada 2 macam daycare berdasarkan institusi: Statliche dan Privat. Biasanya sih, yang privat lebih mahal biayanya, tetapi yang privat biasanya menawarkan jam penitipan anak yang lebih lama. Di daycare anak belajar makan sendiri, main, nyanyi, dan berteman dengan anak lainnya. Kalau kamu menitipkan anak sampai sore, anak juga akan belajar tidur siang di daycare.
Tidak seperti di TK, pemerintah tidak menjamin kamu mendapatkan tempat di daycare. Jadi, kalau kamu sudah tau akan menitipkan anak, lebih baik cepat-cepat daftar deh.

2. Kindergarten / TK

Saat anak berusia 3 tahun mereka mulai pergi ke TK. Kebanyakan kota-kota di Jerman menjamin tiap anak mendapatkan tempat di TK. Belum tentu anak kamu akan mendapatkan tempat di TK dimana kamu mau sih, tetapi pasti dapat tempat. Disini peraturan yang dipakai biasanya berdasarkan umur anak. Anak yang lebih tua akan lebih di prioritaskan. Prioritas lain misalnya kalau kamu punya anak yang juga pernah pergi ke TK yang sama. Atau kalau TK itu di insitusi yang sama dengan daycare dimana anak kamu pergi, biasanya anak kamu bisa juga dapat prioritas utama.

Anak akan pergi ke TK sampai mereka siap untuk masuk sekolah dalam usia minimum 6 tahun. Jangan kaget yah, di TK anak kamu tidak akan belajar membaca, menulis, dan menghitung. Mereka akan belajar bersosialisasi, berfikir dan mengeluarkan pendapat, belajar keterampilan dasar seperti menyanyi, menggambar, atau membuat karya lainnya, belajar bereksperimen dengan benda-benda yang ada di sekitar mereka.
Bahkan ada TK yang namanya Waldkindergarten dimana anak-anak akan berada di tengah hutan kecil untuk bermain dan belajar mengenal alam lebih dekat. Bingung kann? Jangan bingung! Karena menurut penelitian, anak dibawah umur 6 tahun lebih baik belajar dengan bereksperimen dan mencoba banyak hal, bukan belajar dengan duduk di kursi selama berjam-jam mencoba untuk menulis dan menghitung. Beberapa bulan sebelum waktunya mereka pergi ke SD, anak kamu akan diajarkan dasar-dasar menulis dan huruf kok. Tenang saja.

3. Grundschule / SD

Minimum umur anak untuk masuk SD adalah 6 tahun pada bulan September. Jadi kalau anak kamu dibawah 6 tahun di bulan september tahun ini, dia akan mulai masuk sekolah di tahun berikutnya. Ada juga pengecualian kalau anak kamu hanya beberapa minggu lebih muda dan anak kamu akan mengikuti tes IQ apakah dia siap untuk masuk SD lebih cepat.

SD di Jerman hanya sampai kelas 4 saja. Sama seperti SD di Indonesia, anak SD di Jerman akan belajar pengetahuan umum dan pengetahuan sosial. Tetapi mereka hanya sekolah sampai jam 12:30 loh rata-rata. Ini menjadi kendala bagi orang tua yang dua-duanya bekerja penuh. Karena itu pemerintah kota menyediakan penitipan anak namanya Hort. Disini anak-anak biasanya menggunakan waktunya untuk membuat PR. Ini bukan tempat les pelajaran, tetapi tempat penitipan. Anak kamu harus mengerjakan PR nya sendiri, bukan diajari oleh orang yang menjaga.

 

4. Kelas 5 – keatas.

Disinilah sistem sekolahnya berbeda dengan di Indonesia. Setelah lulus kelas 4, anak kamu harus memilih apakah dia akan pergi ke Hauptschule, Realschule, atau Gymnasium. Saya mulai dari Hauptschule yah.

a. Hauptschule: Kelas 5 – 9

Hauptschule biasanya untuk anak-anak yang nilai kelulusan SD nya rata-rata atau dibawah itu. Biasanya anak yang lulus dari Hauptschule akan melanjutkan praktikum dan langsung kerja setelah lulus. Mereka juga bisa melanjutkan ke Berufsfachschule atau sekolah untuk pekerjaan tertentu. Pekerjaannya beragam, mulai dari masak, sekretaris, atau juga membangun rumah. Beberapa anak yang lulus dari Hauptschule dengan nilai bagus dapat melanjutkan ke Realschule atau Gymnasium (jarang sekali).

b. Realschule: Kelas 5 – 12

Anak-anak yang nilainya diatas rata-rata dapat melanjutkan ke Realschule. Disini mereka akan belajar lanjutan dari SD, seperti SMP dan SMA lah. Kira-kira kelas 9 atau 10 (tergantung sekolahnya) anak kamu harus memilih jurusan teknik, bahasa, sosial, atau ekonomi. Anak kamu bisa tetap melanjutkan di Realschule yang sama atau pindah ke Berufsfachschule kalau mau belajar lebih ke praktek (seperti STM atau SMK kalau di Indonesia). Lulusan Realschule bisa melanjutkan kuliah tetapi tidak bisa masuk Unversitas. Kalau mau masuk universitas, harus lulus ujian penyataraan Gymnasium dulu.
Jangan bingung kalau kamu mendengar istilah Gesamtschule. Ini sekolah yang mengombinasikan Hauptschule dan Realschule.

c. Gymnasium: Kelas 5 – 12 (di Bayern) atau 13 (di wilayah lain)

Anak-anak yg nilainya bagus bisa langsung masuk Gymnasium. Pelajaran yang diajarkan mirip seperti di Realschule tetapi lebih complex dan lebih cepat pengajarannya. Kalau menurut saya, Gymnasium tuh seperti SMP dan SMA di Indonesia. Lulusan Gymnasium dapat melanjutkan kuliah di semua sekolah tinggi / universitas, untuk semua jurusan juga. Pernah dengar istilah Abitur? Abitur itu sama seperti ujian kelulusan SMA di Indonesia.
Mirip seperti di Realschule, saat kelas 10 anak-anak Gymnasium juga harus memilih bidang studi IPA, Bahasa, Musik, IPS, atau Olah raga.

Setelah lulus sekolah, anak kamu bisa melanjutkan kuliah di Jerman maupun diluar Jerman karena lulusan sekolah Jerman diakui oleh negara-negara lain juga. Untuk lebih jelaskan bagaimana kuliah di Jerman, bisa lihat di blog kami studi-di-jerman.com

One thought on “Mulai dari Daycare sampai Universitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *