Personal Finance

Dengan semakin cepatnya informasi, saya dengar-dengar personal finance planner lagi nge-trend di Indonesia. Bagaimana dengan di Jerman? Di Jerman juga banyak perusahaan yang menawarkan jasa personal finance, tetapi biasanya ini untuk orang-orang menengah ke atas deh. Untuk yang menegah ke bawah, bank consultants sudah banyak yang berpendidikan dan berpengalaman untuk memberikan konsultasi buat klien nya.
Bagaimana dengan saya? Saya tidak punya personal finance planner nih. Saya plan sendiri finance/keuangan keluarga kami. Latar belakang pendidikan saya dibidang ekonomi dan saya sekarang bekerja di bidang finance menjadi finance planner buat department yang saya pegang. Jadi dengan pendidikan, pengalaman kerja, dan pengalaman pribadi, saya cukup yakin dengan kemampuan saya dalam bidang ini.

Continue reading

Asuransi Apa sih yang kita butuhkan?

Sebagai student, saya hanya punya satu asuransi yaitu asuransi kesehatan. Itupun kalau tidak diwajibkan, mungkin saya tidak mau pakai asuransi kesehatan. Tiap bulan, duluuu yah saya harus bayar 57 EUR per bulan dan jarang sekali ke dokter. Apalagi di tahun pertama dan kedua saya tinggal di Jerman, rasanya segala macam penyakit mahasiswa bisa dilawan dengan panadol, kominex, dan antangin saja. Apalagi dulu setiap ke dokter, saya harus bayar extra 10 EUR, sekarang 10 EUR per quartal, jadi makin bikin malas ke dokter.

Setelah semakin terbiasa dengan kehidupan di Jerman dan melihat bagaimana orang Jerman, saya semakin rajin periksa ke dokter. Mulai dari periksa gigi, periksa kesehatan sebagai wanita, dan ke dokter kalau alergi lagi kambuh. Dokter di Jerman hanya memberikan obat kalau kita benar-benar butuh obat dan biasanya dosis yang diberikan sangat kecil. Saya juga semakin terbiasa untuk tidak bergantung pada obat-obatan yang saya bawa dari Indonesia.

Nah, selain asuransi kesehatan, asuransi apa lagi sih yang kita butuhkan? Continue reading